Napheesa Collier resmi kembali ke tim Minnesota Lynx setelah menandatangani kontrak supermax selama satu tahun senilai $1,4 juta. Berita ini disampaikan oleh ESPN dan diumumkan oleh tim pada Kamis malam. Meskipun rincian lebih lanjut mengenai kontrak tidak diungkapkan, kehadiran Collier sangat diharapkan dapat membawa Lynx meraih kesuksesan di masa depan.
Pelatih sekaligus presiden operasi bola basket Minnesota, Cheryl Reeve, mengungkapkan betapa pentingnya peran Collier di tim sejak dia direkrut pada tahun 2019. “Phee telah menjadi bagian integral dari Lynx. Setelah mencatatkan musim luar biasa dengan statistik 50/40/90, Phee sangat berambisi untuk menempatkan Lynx dalam posisi meraih gelar juara pada tahun 2026,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Sejarah Kontrak Supermax di WNBA
Collier menjadi pemain ketiga dalam sejarah WNBA yang menandatangani kontrak supermax, mengikuti jejak Kelsey Mitchell yang juga baru saja menandatangani kontrak satu tahun dengan Indiana Fever dan A’ja Wilson yang mengikat kontrak tiga tahun dengan Las Vegas Aces.
Dalam prosesnya, Lynx sebelumnya telah menerapkan status “cored” pada Collier, yang mirip dengan penandatanganan franchise tag di NFL. Dengan status tersebut, Collier memiliki batas waktu hingga hari Jumat untuk menyetujui tawaran, yang merupakan kontrak satu tahun dengan jaminan penuh. Meskipun tawaran tersebut berakhir, Lynx tetap memiliki hak eksklusif untuk melakukan negosiasi dengan Collier.
Performa dan Tantangan yang Dihadapi Collier
Pada tahun 2025, Collier menempati posisi kedua dalam pemungutan suara MVP setelah mencetak rata-rata 22,9 poin dan 7,3 rebound. Dia juga menjadi pemain kedua dalam sejarah liga yang menyelesaikan musim reguler dengan statistik tembakan 50-40-90. Collier juga mencatatkan persentase tembakan 53,1% dari lapangan, 40,3% dari jarak tiga poin, dan 90,6% dari garis lemparan bebas, menjadikannya pemain pertama yang mencapai prestasi tersebut.
Namun, perjalanan Collier tidak selalu mulus. Dia mengalami cedera pada pergelangan kaki kanan yang membuatnya absen selama tujuh pertandingan di bulan Agustus. Cedera ini kembali muncul saat ia bermain di semifinal WNBA, mengakhiri musimnya lebih cepat. Meskipun Lynx memiliki rekor musim reguler terbaik, mereka harus mengakui keunggulan Phoenix Mercury dalam seri semifinal yang berlangsung lima pertandingan.
Kondisi Tim Lynx dan Harapan ke Depan
Sejak itu, Lynx juga mengalami kehilangan sejumlah pemain kunci, termasuk Bridget Carleton yang diambil oleh Portland Fire dalam draft ekspansi, serta Natisha Hiedeman, Jessica Shepard, Alanna Smith, dan DiJonai Carrington yang meninggalkan tim sebagai agen bebas. Meskipun demikian, Lynx berhasil mempertahankan Courtney Williams dan Kayla McBride, serta memilih Olivia Miles dengan pilihan kedua dalam draft WNBA yang baru saja berlangsung.
Kembali ke Minnesota, Collier diharapkan dapat memperkuat tim dan menjadi kunci untuk meraih kesuksesan di masa depan, meski awal musim nanti ia mungkin harus absen akibat cedera yang dideritanya.
Kesimpulan
Dengan kembalinya Napheesa Collier, Minnesota Lynx tidak hanya mempertahankan salah satu pemain terbaiknya, tetapi juga berusaha untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan di musim-musim mendatang. Harapan untuk meraih gelar juara kembali membara, dan segala usaha akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.