DAYTON, Ohio – Pada tahun lalu, Prairie View A&M mengalami masa sulit, hanya meraih lima kemenangan, yang merupakan jumlah terendah di bawah pelatih Byron Smith. Namun, dalam waktu satu tahun, mereka berhasil bangkit dan meraih kemenangan penting di turnamen NCAA.
Dalam pertandingan yang berlangsung Rabu malam, Prairie View A&M mengalahkan Lehigh dengan skor 67-55 dalam babak First Four di UD Arena. Kemenangan ini ditandai dengan penampilan gemilang Dontae Horne yang mencetak 25 poin, 7 rebound, dan 4 steal. Dengan hasil ini, Prairie View A&M, yang merupakan unggulan ke-16, akan melanjutkan perjalanan mereka melawan unggulan pertama, Florida, dalam pertandingan putaran pertama wilayah selatan pada hari Jumat di Tampa.
Transformasi Tim dan Strategi Pelatih
“Kekalahan itu menyakitkan,” kata Smith. “Segalanya terasa lebih baik saat kita menang, hidup terasa lebih baik.” Ia menambahkan bahwa setiap pelatih ingin mencapai kesuksesan seperti pelatih terkenal Nick Saban, tetapi hal itu tidak selalu realistis. Musim yang buruk dalam dua tahun terakhir benar-benar menguji tekadnya sebagai pelatih.
Smith berhasil melakukan perombakan tim dengan mendatangkan beberapa pemain baru, termasuk Horne, Cory Wells (Utah Valley), Tai’Reon Joseph (UTSA), dan Lance Williams (Xavier-Louisiana). Kombinasi pemain baru ini membawa perubahan signifikan, di mana mereka meraih tujuh kemenangan berturut-turut sebelum melawan Lehigh.
Menurut penelitian ESPN, Prairie View A&M menjadi tim ketiga yang memenangkan pertandingan NCAA setelah musim dengan lima kemenangan atau kurang sejak turnamen diperluas menjadi 64 tim pada tahun 1985. Dua tim sebelumnya, Iowa State dan Fairleigh Dickinson, berhasil melanjutkan ke babak berikutnya setelah kemenangan mereka.
Pemain Kunci dan Strategi Pertahanan
Horne, yang sebelumnya memiliki catatan yang biasa-biasa saja di dua universitas sebelumnya, harus berjuang untuk mendapatkan tempat di tim Prairie View A&M. Menurut Smith, Horne tidak meminta imbalan, hanya kesempatan untuk membuktikan diri.
Pemain guard setinggi 6 kaki 4 inci ini meraih penghargaan All-SWAC dan mencetak rata-rata 20,2 poin per pertandingan. Penampilan cemerlangnya berlanjut saat melawan Lehigh. “Memiliki sekolah yang percaya pada saya sangat berarti, karena jika mereka tidak memiliki keyakinan, saya tidak akan menjadi pemain seperti sekarang,” ungkap Horne.
Horne dan Wells, yang mencetak 19 poin, menjadi tumpuan serangan, namun Prairie View A&M meraih kemenangan berkat pertahanan yang solid. Mereka berhasil menekan guard Lehigh, Nasir Whitlock, yang merupakan pemain pertama All-Patriot League dan MVP turnamen liga, hingga hanya mencetak lima poin, jauh di bawah rata-rata. Whitlock gagal mencetak angka pada delapan percobaan tembakan di babak pertama dan akhirnya menyelesaikan pertandingan dengan 2 dari 15 percobaan.
Dampak Kemenangan dan Harapan ke Depan
Horne dan Wells memberi kredit kepada Williams, yang disebut Horne sebagai “anjing pitbull kami,” karena berhasil mengganggu permainan Whitlock. “Dia adalah mesin penggerak kami, begitu juga dengan Corey Dunning, dalam pertahanan,” kata Wells. “Kami mengikuti arahan mereka.”
Prairie View A&M mencatat 12 steal dan meraih 18 poin dari kesalahan lawan. Setelah memaksa pelanggaran waktu tembakan dengan waktu tersisa 6:23 dan keunggulan sembilan poin, Horne melambaikan tangan kepada penonton. Lehigh tidak mampu memberikan perlawanan serius di menit-menit akhir.
“Kami hanya berusaha untuk mengganggu mereka,” kata Horne. “Kami tahu kami memiliki kecepatan dan atletisme yang lebih.” Kemenangan ini menjadi langkah penting bagi Prairie View A&M setelah mereka gagal di dua penampilan sebelumnya di turnamen NCAA, terakhir pada tahun 2019 di First Four melawan Fairleigh Dickinson.
Kesimpulan
Kemenangan Prairie View A&M di First Four memberikan harapan baru dan semangat bagi tim, serta menunjukkan bahwa dengan kerja sama dan keyakinan, hal-hal besar bisa dicapai. Dengan tekad yang kuat, mereka siap menghadapi tantangan berikutnya melawan Florida.