Pelatih Feyenoord, Arne Slot, baru-baru ini mengungkapkan kekesalannya terhadap keputusan VAR yang dinilai merugikan Liverpool. Dalam artikel ini, kita akan membahas seberapa tepat pendapatnya dan bagaimana VAR mempengaruhi tim di Premier League.
Statistik VAR Liverpool
Pada musim ini, Liverpool dan Brighton menjadi tim yang paling banyak menghadapi penalti VAR, dengan masing-masing kebobolan tiga penalti. Sanksi ini termasuk dua penalti yang diberikan saat melawan Brentford dan Leeds, serta insiden yang melibatkan kiper Giorgi Mamardashvili yang menjatuhkan Jeremy Doku dari Manchester City di Etihad pada bulan November.
Sementara itu, tim Slot hanya kebobolan satu penalti yang tidak diberikan melalui VAR saat berhadapan dengan City, ketika Matheus Nunes dijatuhkan oleh Alisson.
Perbandingan Penalti di Premier League
Menariknya, Liverpool hanya mendapatkan dua penalti sepanjang musim ini, dan keduanya terjadi saat melawan Burnley, tanpa bantuan VAR. Hanya Aston Villa dan Tottenham yang memiliki jumlah penalti lebih sedikit, dengan keduanya belum mendapatkan satu pun penalti.
Dari segi intervensi VAR, Liverpool telah menerima enam keputusan yang merugikan. Hanya Fulham yang mengalami lebih banyak, dengan sembilan intervensi. Selain itu, Liverpool juga mengalami lima hasil gol negatif, termasuk dua gol yang dibatalkan dan tiga gol yang kebobolan. Lagi-lagi, Fulham menjadi tim yang lebih buruk dengan tujuh gol yang terpengaruh.
Kesalahan VAR yang Diderita Liverpool
Meskipun mengalami banyak keputusan merugikan, Liverpool hanya tercatat satu kesalahan VAR, yaitu tidak diberikan kartu merah kepada Marcos Senesi dari Bournemouth pada menit ke-13 di pertandingan pembuka musim. Ada dua insiden yang dianggap sebagai kesalahan di lapangan, namun tidak memenuhi syarat untuk intervensi VAR. Ini termasuk gol Virgil van Dijk yang dibatalkan melawan Man City dan kartu merah untuk Diego Gomez dari Brighton di Anfield.
Keputusan Kontroversial Lainnya
Slot mungkin juga merujuk pada beberapa keputusan kontroversial yang tidak masuk dalam statistik VAR. Salah satunya adalah klaim penalti Florian Wirtz melawan Arsenal pada bulan Januari, yang dinyatakan tidak penalti melalui suara 3:2 oleh panel insiden kunci Premier League. Di pertandingan melawan Brentford pada bulan Oktober, ada juga suara 3:2 yang menyatakan tidak ada penalti untuk tantangan Nathan Collins terhadap Cody Gakpo.
Namun, Liverpool juga beruntung dalam beberapa keputusan VAR, seperti tantangan Konate terhadap Omar Marmoush dari City yang juga menghasilkan suara 3:2 untuk tidak memberikan penalti.
Reaksi Pelatih Tim Lain
Pelatih Pep Guardiola dari City dan Michael Carrick dari Manchester United juga mengeluhkan keberuntungan mereka dengan para wasit musim ini. Hanya Chelsea yang memiliki catatan VAR yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan dua tim tersebut. Melihat statistik ini, mungkin Slot memang memiliki alasan lebih untuk mengeluh.
Kesimpulan
Dari analisis ini, terlihat bahwa keputusan VAR telah menjadi sorotan utama dalam Premier League, terutama bagi Liverpool. Meskipun mereka menghadapi banyak intervensi yang merugikan, catatan kesalahan VAR mereka tetap rendah. Ini menunjukkan bahwa meski VAR dapat mengubah jalannya pertandingan, tidak semua keputusan akan menguntungkan tim-tim tertentu. Dengan demikian, kekhawatiran Slot mungkin tidak sepenuhnya tanpa dasar, dan penting bagi penggemar sepak bola untuk terus memantau perkembangan ini.